09.26 Edit This

Cirebon Promotion Centre
 
Cirebon, 26 Mei 2014, Kegiatan Ethnic Food Kota Cirebon 2014 hari ini dilaksanakan di lapangan parkir Carrefour. Kegiatan yang diadakan oleh Disperindagkop UMKM Kota Cirebon ini disertai lomba memasak makanan olahan berbahan dasar buah dan sayur, yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kelurahan di Kota Cirebon dan beberapa UKM dan SMKN 2 Kota Cirebon.
Kegiatan ini diisi oleh beberapa hiburan, dan pameran produk-produk UKM Kota Cirebon. Berikut hasil lomba memasak makanan olahan berbahan dasar buah dan sayur :
  • PKK :
Juara 1 : Kel. Larangan
Juara 2 : Kel. Pekalangan
Juara 3 : Kel. Kecapi
Juara 4 : Kel. Kesambi

  • Non PKK :
Juara 1 : SMK N 2 Kota Cirebon
Juara 2 : UKM Winmi









Topeng Cirebon

10.38 Edit This
Topeng Cirebon adalah topeng yang terbuat dari kayu yang cukup lunak dan mudah dibentuk namun tetap dibutuhkan ketekunan, ketelitian yang tepat, serta membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam proses pembuatannya. Bahkan seorang pengrajin yang sudah ahli pun untuk membuat satu topeng membutuhkan waktu hingga satu hari. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu jarang. Topeng ini biasanya digunakan untuk kesenian tari topeng Cirebon

Jenis Topeng

Semua jenis topeng ini akan dikenakan pada saat pementasan tari topeng Cirebonan yang diiringi dengan gamelan. Tepeng Cirebon yang paling pokok ada lima yang disebut juga Topeng Panca Wanda : 

    1. Panji, wajahnya yang putih bersih melambangkan kesucian bayi yang baru lahir
     

    2.  Samba (Pamindo), topeng anak-anak yang berwajah ceria, lucu, dan lincah


    3. Rumyang, wajahnya menggambarkan seorang remaja


    4. Patih (Tumenggung), topeng ini menggambarkan orang dewasa yang berwajah tegas, berkepribadian, serta bertanggung jawab


   5. Kelana (Rahwana), topeng yang menggambarkan seseorang yang sedang marah


09.52 Edit This





Beda Pedagang dengan Pembisnis??

21.50 Edit This




Mengapa harus memahami hal ini? Kan keduanya sama-sama menghasilkan?
 
Ya, berbisnis dan berdagang adalah sama-sama menghasilkan, yang membedakan adalah mindsetnya. Kita perlu memahami hal ini agar tidak melakukan kekeliruan lanjutan dalam menjalankan usaha kita. Okey, kita mulai saja ya…..

Siapa sangka bahwa teori ekonomi dan prinsip ekonomi yang kita pelajari di sekolah ternyata tidak mampu membuat kita bisa membedakan makna antara : “DAGANG” dan “BISNIS”. Padahal, pengertian mengenai makna kedua kata itu harusnya menjadi ILMU DASAR yang harus dikuasai setiap orang untuk mengentaskannya dari kemiskinan.

Kita sering keliru memahami bahwa bisnis itu ya..dagang, atau dagang merupakan bagian dari bisnis. Padahal keduanya sangatlah berbeda. kita hanya diajarkan dan memahami bahwa berDAGANG dan berBISNIS itu adalah melakukan usaha untuk mendatangkan keuntungan. Ketidakpahaman makna sebenarnya dari dagang dan bisnis ini membuat kita yang memiliki tujuan mulia untuk berbisnis, justru terjerumus menjadi BERGADANG eh, berdagang. Kita tidak pernah menyadari hal ini sampai merasakan bahwa hasil yang kita peroleh dari berjualan selama bertahun-tahun tidak pernah meningkat. Mimpi jadi konglomeratpun terpeleset jadi tetap melarat.

Mari kita perhatikan perbedaan dasarnya:
BERDAGANG: titik beratnya kepada hasil/keuntungan instan dan langsung dapat dirasakan.
BERBISNIS: lebih menitikberatkan pada hasil jangka panjang yang lebih besar.
Berbeda sekali, kan?

Jika berdagang sifatnya adalah ambil untung, instan/segera, dan temporal sekali, maka berbisnis itu sifatnya jangka panjang sehingga membutuhkan visi yang jauh ke depan. Setiap orang mampu berdagang, namun hanya sedikit yang punya visi besar menjadi pebisnis. Inilah sebabnya mengapa para pengusaha kaya itu yang hanya sedikit saja jumlahnya, tapi mampu menguasai 80% perputaran uang dan pengusaha kecil yang jumlahnya jutaan orang itu hanya memperebutkan 20% sisanya.

Pengusaha kecil, serigkali telah menganggap diri mereka telah melakukan bisnis, padahal sejatinya meraka barulah jadi pedagang saja. Pemahaman keliru seperti ini telah memacu kita untuk melakukan kekeliruan-kekeliruan lanjutan, yang sungguh menyesatkan dan mengurung diri kita menjadi orang yang “ITU-ITU SAJA”.

Apa saja kekeliruan lanjutan yang terjadi ? Oke, kita lanjutkan di artikel selanjutnya ya…..


KEKELIRUAN LANJUTAN PEDAGANG YANG INGIN BERBISNIS


1. Ingin mendapatkan hasil besar dalam waktu singkat

Banyak orang yang ingin berbisnis berpikir bahwa menjadi seorang pewirausaha dapat menyelesaikan permasalahan keuangannya dalam waktu singkat. Pikiran seperti ini akan sangat mempengaruhi tindakan kita dalam berbisnis. Sehingga, demi memenuhi target mendapatkan hasil besar dalam waktu singkat, segala cara dihalalkan. Misalnya, produk yang masih “lemah” kualitas dan brand nya dipaksakan masuk pasar tanpa nilai tambah apapun. Akibatnya bisa ditebak, produk tidak laku, atau banjir komplain dari pelanggan.
Strategi marketing juga kadang dilakukan serampangan dengan jor-joran penetrasi pasar kemana-mana tanpa dukungan kapasitas manajemen. Bukan untung besar yang didapat, tapi badai besar akan dituai. Maka, jangan berpikir akan mengambil untung besar dalam waktu singkat. Lakukan segala prosesnya, nikmati, perbaiki sistemnya sembari berjalan. Jangan tergesa-gesa. Ingat kata kuncinya: “SEGERA BERTINDAK” itu berbeda dengan “TERGESA-GESA”.

2. Persiapan mental investasi yang salah, yaitu berinvestasi Jangka Pendek

Mental seorang pedagang -yang bepikiran jangka pendek- tidak akan mampu menghadapi tekanan dalam dunia bisnis yang sesungguhnya. Pedagang menginvestasikan uangnya untuk jangka pendek, sehingga perputaran uangnya cepat, bahkan sangat cepat. Padahal seorang pebisnis berinvestasi untuk jangka panjang, sehingga perputaran uangnya terlihat lambat. Jika salah mengantisipasi keadaan, salah memutuskan reaksi terhadap usaha kita, dalam waktu satu dua tahun kita akan bangkrut karena modal belum lagi kembali, sedangkan operasional dikeluarkan tiap bulan. Hal ini sering dialami oleh wirausahawan pemula yang mengandalkan permodalan usahanya dari hutang jangka pendek seperti KTA atau kartu kredit.
Menjadi pebisnis, mesti siap mental untuk melakukan investasi dalam jangka panjang dan memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi setiap hari, setiap minggu, selama periode pengembalian modal (BEP) belum tercapai.

3. Pedagang bekerja sendirian

Pedagang biasa bekerja sendirian. Jikapun mempunyai karyawan, biasanya hanya karyawan yang dia persiapkan untuk membantu pekerjaannya saja, bukan sebagai pengembang usahanya. Mestinya, seorang pebisnis tidak dapat bekerja sendirian karena permasalahan yang dihadapi sangat kompleks. Pebisnis harus segera membuat dan membentuk organisasi, dan dia adalah pemimpin organisasi itu. Ironis, banyak pelaku usaha yang bisnisnya mulai berkembang, namun tetap saja bekerja sendiri. Sistem manajeman yang diterapkan adalah sistem sentralisasi, diamana semua simpul manajemen mengarah hanya pada dirinya sendiri. Pebisnis yang sejati harus menerapkan sistem manajemen yang desentralisasi.
Menerapkan sentralisasi manajemen seperti ini akan berakibat fatal. Begitu si pengusaha sakit, atau salah mengambilkeputusan, maka bisnisnya pun ikut sakit dan salah.
Maka, segera “DELEGASIKAN” bisnis anda….SEGERA! percayakan pada orang lain untuk mengembangkannya..delegasikan…delegasikan….delegasikan…

Simpulan:

Lihatlah, betapa fatalnya akibat dari keliru menterjemahkan “BERDAGANG” dan “BERBISNIS”. Taruhannya sangat besar, masa kini dan masa depan kita, bos!!!
Gambaran ini, setidaknya dapat membantu kita mulai memikirkan secara jelas konsep-konsep manajemen yang kita anut dalam usaha kita. Sehingga kita mampu membangun setahap-demi setahap kerajaan bisnis kita.
….fokus pada harta (keuntungan sesaat), membuat kamu lelah, tapi fokuslah pada manfaat dan membangun relasi, ini sangat jangka panjang…dan begitulah seharusnya seorang pebisnis…..
Dalam memulai bisnis, yang terpenting adalah keberanian dan kecepatan…
Terus, soal kesempurnaan? akan nyusul sambil jalan. Nah, sekarang saatnya kita sempurnakan! Ayo wirausahawan muda…kita sempurnakan segera usaha kita….

APA SIH IDE BISNIS PROPEKTIF???

21.13 Edit This
Bagi kita mencari sesuatu sebagai “ide” sebuah bisnis yang mempunyai Prospektif sebenarnya gampang gampang susah. Susah karena tidak muncul begitu saja, banyak yang harus dipertimbangkan. Yang paling mudah adalah buka mata
Kita lebar-lebar.,bukan berarti harus melotot…..hehehee….. Salah satu contoh Coba deh kita sering melihat keadaan sekitar kita, pasti akan menemukan sesuatu yang menarik. Misalkan seorang Ibu membeli “Ikan Bandeng” di pedagang keliling, lalu perhatikan betapa si Ibu begitu teliti memilih barang. Kadang dengan
komentar yang menggelikan, “kok kecil-kecil sih ? kok mahal sih? kok ga bagus bentuknya ya? dan lain sebagainya.
Kalua mau kita mau masuk kepermasalahan mereka, maka akan ada input bagus tentang keinginan pembeli dan alasan penjual. Inilah titik awal sebuah “ide bisnis” muncul (tergantung anda tertarik ke bisnisnya atau ke si ibunya …hehehee).
Terus cari hal-hal yang bisa “menjual” di sekeliling kita setiap hari. Juga perhatikan apa saja yang bisa menurunkan minat anda pada suatu produk. Gali trend produk/jasa, kebiasaan pembeli, dan cara menjual yang paling efektif. Jaga mindset anda agar tetap fresh dan aktif sepanjang waktu. Believe me, ide bisnis akan mengalir dengan sendirinya.Begitu isi tulisan postingan Blogger yang saya baca.
Artinya disini hasil pengkajian “masalah” si Ibu dan pedagang ikan bandeng, kita bongkar permasalahan didalamnya. Lalu kita simpulkan menjadi sebuah tujuan akhir untuk pemenuhan konsumen serta sisi peningkatan kualitas barang bagi si produsen. Bandingkan dengan dengan trend yang ada diberitakan melalui internet, misalkan hampir sebagian konsumen menginginkan produk “ikan Bandeng” yang berkualitas dan siap saji. Feeling kita akan terus mengarah ke produk yang populer yakni “Ikan Bandeng Presto”.
Secara umum sebuah bisnis yang termasuk Prospektif apabila sudah melalui pengujian minimal dari segi ekonomisnya, dari segi teknisnya serta dari segi pospek masa depannya.
Mari kita lihat Prospek bisnis “Ikan Bandeng Presto” tadi (tentu ini prakiraan sementara, karena sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi).
1. Segi Ekonomis :
Tingkat keuntungan yang akan diperoleh sebesar apa ? bandingkan dengan daya serap pasar atau daya serap konsumen, kemudian bandingkan dengan kemampuan modal untuk operasional bisnis. So pasti kita bisa menghitung perkiraan diatas kertas. Ingat jangan sampai merugi, kalau rugi maka percuma menjalankan bisnis ini. Jadi perhitungan harus mantap sehingga memunculkan keuntungan (biasanya ditemukan keuntungan yang tipis, baru kemudian dipikirkan untuk peningkatan keuntungannya sesuai dengan perhitungan yang dianggap wajar dan pas).
Penting sekali untuk menghitung daya serap pasar atau konsumen dengan memberikan alat uji berupa beberapa pertanyaan yang menarik kepada calon konsumen (kalau memang mau hasil yang baik dan sedikit akurat), ibarat mau penelitian saja layaknya. Jangan sungkan untuk melakukan penelitian lapangan, tentu dengan sedikit polesan kalimat yang menyenangkan bagi konsumen.
Jika sudah didapatkan angka-angka yang dianggap Valid, maka kita bisa menghitung keuntungan, daya serap pasar serta kebutuhan modal yang akan digunakan. Kemudian satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah mengukur kemampuan kita dalam menjalankan bisnis tersebut, selain modal juga perlu dikaji Sumber Daya Manusia yang akan direkrut dalam bisnis tersebut.
2. Segi Pospektif :
Yang akan menarik perhatian kita ketika melihat segi pospektifnya. Kita bisa memastikan sumber bahan baku dalam hal ini Ikan Bandeng. Kita wajib mencari darimana saja sumber bahan baku mudah untuk diperoleh. Karena kita berada diwilayah III Cirebon, agaknya tidak terlalu sulit mencari bahan baku ikan Bandeng. Hampir disetiap perairan pesisir pantai di Pantura ini, banyak yang berusaha dibidang tambak ikan Bandeng . Jika memang ikan bandeng bersifat musiman hendaknya dicari jalan keluar untuk calon sasaran pembelian bahan baku ditempat lain.
Kemudian yang tidak boleh lupa adalah “inovasi produk” agar tidak menemui kejenuhan bagi konsumen. Bagaimana caranya ? Carilah informasi ke Balai Litbang Agro dan Hasil laut punya Pemerintah, atau ke layanan Bisnis UKM, atau mencarinya sendiri di internet. Jika referensi sudah diperoleh, maka sebaiknya dicoba untuk menguji kepastian produk inovasi Ikan Bandeng kita. Salah satu contoh misalnya Inovasi Ikan Bandeng Presto Tanpa Duri, Inovasi Ikan Bandeng Presto Duri Lunak, Inovasi Ikan Bandeng Presto rasa Asam Manis dan lain sebagainya.
Akhirnya semula berawal dari cara melihat disekitar kita, menemukan sebuah ide bisnis prospektif yang sudah teruji dengan baik. Maka jangan sungkan untuk melakukannya, siapa tahu anda orang pertama yang memiliki beragam inovasi baru. Bisa dibayangkan bagaimana komentar Si Ibu yang dulu sering memberi komentar minus, bisa jadi Si Ibu tersebut akan menjadi pelanggan tetap produk Ikan Bandeng presto yang kita bikin. Atau barangkali akan abanyak teman-teman untuk menjadi agen penjualan produk kita. Waaahhh pasti hebatkan ?
Sampai disini dahulu tulisan yang masih belum sempurna ini, semoga bermamfaat bagi kita semua. Salam bisnis……salam Industri Kreatif.

Peluang Usaha Sabun Aromaterapi

21.16 Edit This


Satu lagi celah peluang usaha yang dapat kita kembangkan dari sabun, yaitu sabun yang memberikan khasiat aromaterapi. Dengan semakin berkembangnya tingkat kebutuhan manusia akan kesehatan dan kebugaran tubuh, kebutuhan manusia akan sabun tidak lagi hanya sekedar fungsi membersihkan diri. Dengan penambahan bahan-bahan tertentu seperti rose oil, lavender oil akan memberikan manfaat lebih daripada hanya sekedar membersihkan tubuh.
Setelah beraktifitas seharian tentunya sangat menyenangkan apabila sembari mandi kita memperoleh manfaat lebih seperti relaksasi, rasa nyaman. Oleh karena itu kebutuhan akan adanya jenis sabun aromaterapi ini akan terus meningkat. Yang kita perlukan adalah ketrampilan kita meramu bahan-bahan yang ada dialam sehingga memberikan manfaat yang bervariasi untuk kenyamanan kita. Berikut ini kami contohkan jenis sabun yang memberikan manfaat relaksasi dan menimbulkan semangat. Selamat mencoba

Sabun Aromaterapi untuk Relaksasi
Bahan :
Bahan Sabun transparan (base soap) 10 kg
Rose oil (0,5%) 50 gr
Cubeb oil (0,4 %) 40 gr
Sandalwood oil (0,4%) 40 gr
Pewarna kuning (cosmetic grade) 0,4 gr
Cetakan plastic berbentuk oval (utk sabun dengan berat 80 gr) 114 buah
Cara Pembuatan :
  1. Bahan sabun transparan dasar dimasukkan ke dalam tangki pemanas yang sedang dipanaskan .
  2. Lelehkan sabun dasar pada suhu 70 C selama 45-60 menit. Saat bahan sabun dasar setengah meleleh, pengadukan dimulai secara perlahan hingga sabun transparan dasar meleleh sempurna.
  3. Kemudian tambahkan rose oil, cubeb oil, dan sandalwood oil, serta aduk hingga merata.
  4. Tuangkan campurkan tersebut ke dalam cetakan berbentuk oval, dan diamkan selama 12 jam hinngga sabun mengeras.
  5. Keluarkan sabun transparan yag telah mengeras dari cetakan, kemudian diakukan proses “aging” selama satu bulan. Setelah itu, dibungkus dengan menggunakan plastic wrapping dan dikemas dengan menggunakan kardus.
Dengan tampilan transparan yang mewah dan elegan serta manfaat tambahan berkhasiat aromaterapi akan membuat jenis sabun yang satu ini lebih diminati oleh masyarakat. Tentunya ini merupakan peluang usaha yang menjanjikan bukan..

5 Sebab Bisnis Gagal

21.01 Edit This



5 Sebab Bisnis Gagal

KOMPAS.com - Gagal dalam berbisnis memang momok menakutkan. Sering dikatakan bahwa lebih dari separuh bisnis baru, gagal di tahun pertama. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Small Business Association (SBA), hanya sekitar 30 persen dari bisnis baru yang gagal di dua tahun pertama, 50 persen di tahun kelima, dan 66 persen selama 10 tahun pertama. Hanya 25 persen yang berhasil meneruskan bisnis hingga 15 tahun ke atas.

Kita memang tidak bisa memprediksi sebuah bisnis akan berhasil atau gagal. Namun, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain yang pernah mengalami kegagalan. Apa saja kesalahan mereka dalam berbisnis?

1. Tidak ada perencanaan.
Berkali-kali mendatangi seminar bisnis atau membaca profil pengusaha sukses seringkali membuat kita terdorong untuk segera memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Tapi hati-hati, menjalankan bisnis hanya bermodal semangat, salah-salah akan berujung pada kebangkrutan. Agar itu tidak terjadi, selalu dampingi semangat menggebu tersebut dengan perencanaan matang. Tentukan dulu visi, sasaran, dan arah bisnis yang akan Anda geluti. Termasuk menggali informasi lebih banyak tentang bisnis tersebut, bagaimana dan di mana membeli bahan bakunya, siapa saja yang akan menjadi konsumen, serta di mana dan bagaimana memasarkannya. Intinya, bila ingin usaha bertahan jangan memulai usaha sebelum Anda melakukan survei pasar.

2. Pemasaran yang lemah.

Di awal usaha, kita pasti tergoda untuk memproduksi sebanyak-banyaknya produk agar segera mencicip keuntungan berlipat. Tak salah memang, asal kita tahu bagaimana memasarkan produk tersebut. Jelilah memanfaatkan setiap celah untuk mempromosikan produk Anda. Tak perlu nekat memasang iklan di media massa bila modal Anda tak memungkinkan untuk itu. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk pada calon konsumen, seperti melalui media sosial atau mailing list. Tapi ingat, jangan melupakan netiket karena jika salah berpromosi, bukannya mendapatkan pembeli, promo produk Anda bisa dianggap spam.

3. Manajemen yang buruk.
Bukan berarti kita harus memiliki latar belakang manajemen atau akuntansi untuk menjadi pebisnis sukses. Kita bisa belajar membuat arsip dan catatan yang baik setiap transaksi yang terjadi. Tak ada salahnya juga bila Anda membuat catatan rinci seputar tahapan apa saja yang sudah dilakukan. Dengan pencatatan yang baik, kita bisa mengevaluasi, apakah bisnis yang sudah berjalan semakin dekat dengan keuntungan berlipat atau justru ancaman jurang kebangkrutan.

4. Pegawai tak terkendali.

Tak salah memang bila membayangkan bisnis yang akan Anda geluti mempekerjakan banyak pegawai. Tapi apakah Anda betul-betul membutuhkan pegawai di saat bisnis baru berjalan? Banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dengan menjalankan sendiri bisnisnya. Mereka baru merekrut pegawai ketika bisnis sudah berkembang. Jangan buru-buru merekrut pegawai bila belum membutuhkannya. Sebaiknya, rekrut pegawai hanya ketika bisnis sudah berkembang pesat dan Anda sudah merumuskan job description bagi calon pegawai Anda. Tak perlu dalam jumlah banyak, cukup rekrut sesuai yang Anda butuhkan. Pastikan juga bahwa orang yang direkrut memenuhi kriteria.

5. Terlalu cepat menarik uang.
Siapa yang tak tergiur melihat rekening di bank membengkak akibat keuntungan bisnis yang berlipat? Hati-hati, konon banyak pengusaha pemula yang akhirnya gulung tikar hanya karena tidak tahan untuk tidak menghabiskan uang hasil keuntungan tersebut. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha agar tidak tergoda untuk menghabiskannya. Sebaiknya manfaatkan keuntungan tersebut untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis.

PESONA BATIK TRUSMI KOTA CIREBON

12.18 Edit This
batik trusmi cirebon 150x150 Batik Trusmi Pesona yang Terpendam dari CirebonBagi kolektor batik, nama desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kecamatan Weru, Cirebon tak dapat dipinggirkan. Desa yang terletak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini sejak puluhan tahun lalu telah menjadi sentra bisnis batik. Sayang, mereka harus kedodoran mencari para pembatik lokal.
Kisah membatik desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati ini mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan Islam.
Kelihaian membatik itu ternyata memberi berkah di kemudian hari. Batik Trusmi berhasil menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional. Seolah kain batik dari desa ini tak masuk dalam keluarga batik Cirebon. Batik Cirebon sendiri termasuk golongan Batik Pesisir.
Usaha yang bermula dari skala rumahan lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. Produk batik Trusmi bukan sekadar memenuhi kebutuhan lokal, tetapi sebagian perajin mengekspor ke Jepang, Amerika, dan Belanda.
Masa keemasan kerajinan batik di daerah ini terjadi pada kurun waktu 1950-1968. Tak heran bila sebuah koperasi di tingkat lokal, Koperasi Batik Budi Tresna yang menaungi perajin batik, sanggup membangun gedung koperasi yang sangat megah. Tak ketinggalan, sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD, SLTP hingga SLTA.
Pada dasarnya batik-batik yang dihasilkan oleh sentra-sentra kerajinan batik di berbagai daerah pada umumnya bagus-bagus serta memiliki corak motif batik yang beragam. Dengan demikian sifat khas dan keunikan batik-batik daerah tersebut tidak bisa dikatakan batik yang satu lebih baik dari daerah lainnya. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik di berbagai daerah merupakan kekuatan dan kekayaan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kebudayaan batik Indonesia.
Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Yang sangat membanggakan kita semua adalah, pada tiap-tiap daerah memiliki desain serta motif-motif yang khas dengan penamaan motif yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.
Misalnya saja motif batik dari Aceh ada Pintu Aceh, Cakra Doenya, Bungong Jeumpa. Dari Riau ada Itik Pulang Petang, Kuntum Bersanding, Awan Larat dan Tabir. Batik dari Jawa diantaranya Jelaprang (Pekalongan), Sida Mukti, Sida Luhur (Solo), Patran Keris, Paksinaga Liman, Sawat Penganten (Cirebon), dll.
Untuk mengetahui tentang bukti banyaknya kekayaan desain motif-motif batik Indonesia contoh yang paling sederhana bisa dilihat di wilayah Jawa Barat, di wilayah ini terdapat puluhan sentra batik diantaranya dari wilyah paling Timur ada Cirebon, wilayah bagian Utara ada Indramayu, kemudian ke arah bagian Barat dan Selatan terdapat Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut.
Walaupun masih dalam satu propinsi dan kultur budaya yang sama (budaya Sunda), namun bisa kita temui adanya perbedaan motif dan ragam hias batik yang jauh berbeda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya.
Seperti pada daerah Cirebon dengan Indramayu memiliki karakter dan desain motif yang berbeda, terlebih lagi antara daerah Cirebon dan Garut memiliki perbedaan motif, corak serta ragam hias yang sangat signifikan perbedaannya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh kultur budaya dan tingkat keahlian dari para pengrajin batiknya.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik relatif sama baik dari bentuk canting, bentuk cap maupun jenis lilinnya. Namun ketika proses produksi berjalan ada kalanya kondisi unsur air tanah dengan kualitas PH yang berbeda-beda bisa mempengaruhi hasil pewarnaan akhir. Demikian pula dengan sifat kesabaran dan keuletan pengrajin batik di tiap-tiap daerah, juga akan bisa mempengaruhi kualitas akhir batik yang dihasilkannya.
Daerah sentra produksi batik Cirebon berada di desa Trusmi Plered Cirebon yang konon letaknya di luar Kota Cirebon sejauh 4 km menuju arah barat atau menuju arah Bandung. Di desa Trusmi dan sekitarnya terdapat lebih dari 1000 tenaga kerja atau pengrajin batik. Tenaga kerja batik tersebut berasal dari beberapa daerah yang ada di sekitar desa Trusmi, seperti dari desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali dan Kalitengah.
Secara umum batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton. Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi diantaranya seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo dan lain-lain.
Beberapa hal penting yang bisa dijadikan keunggulan atau juga merupakan ciri khas yang dimiliki oleh batik Cirebon adalah sbb:
a.    Desain batik Cirebonan yang bernuansa klasik tradisional pada umumnya selalu mengikut sertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian-bagian motif tertentu. Disamping itu terdapat pula unsur ragam hias berbentuk awan (mega) pada bagian-bagian yang disesuaikan dengan motif utamanya.
b.    Batik Cirebonan klasik tradisional selalu bercirikan memiliki warna pada bagian latar (dasar kain) lebih muda dibandingkan dengan warna garis pada motif utamanya.
c.    Bagian latar atau dasar kain biasanya nampak bersih dari noda hitam atau warna-warna yang tidak dikehendaki pada proses pembuatan. Noda dan warna hitam bisa diakibatkan oleh penggunaan lilin batik yang pecah, sehingga pada proses pewarnaan zat warna yang tidak dikehendaki meresap pada kain.
d.    Garis-garis motif pada batik Cirebonan menggunakan garis tunggal dan tipis (kecil) kurang lebih 0,5 mm dengan warna garis yang lebih tua dibandingkan dengan warna latarnya. Hal ini dikarenakan secara proses batik Cirebon unggul dalam penutupan (blocking area) dengan menggunakan canting khusus untuk melakukan proses penutupan, yaitu dengan menggunakan canting tembok dan bleber (terbuat dari batang bambu yang pada bagian ujungnya diberi potongan benang-benang katun yang tebal serta dimasukkan pada salah satu ujung batang bambu).
e.    Warna-warna dominan batik Cirebonan klasik tradisional biasanya memiliki warna kuning (sogan gosok), hitam dan warna dasar krem, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan dasar warna kain krem atau putih gading.
f.    Batik Cirebonan cenderung memilih sebagian latar kainnya dibiarkan kosong tanpa diisi dengan ragam hias berbentuk tanahan atau rentesan (ragam hias berbentuk tanaman ganggeng). Bentuk ragam hias tanahan atau rentesan ini biasanya digunakan oleh batik-batik dari Pekalongan.
Masih dengan batik Cirebonan, namun mempunyai ciri yang berbeda dengan yang sebelumnya yaitu kelompok batik Cirebonan Pesisiran. Batik Cirebonan Pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh budaya asing.
Perkembangan pada masa sekarang, pewarnaan yang dimiliki oleh batik Cirebonan lebih beraneka warna dan menggunakan unsur-unsur warna yang lebih terang dan cerah, serta memiliki bentuk ragam hias yang bebas dengan memadukan unsur binatang dan bentuk-bentuk flora yang beraneka rupa.
Pada daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing yang singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis yang berbeda (asimilasi), maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh budaya dari luar yang dibawa oleh pendatang.
Sehingga batik Cirebon yang satu ini lebih cenderung untuk bisa memenuhi atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah (lebih kepada pemenuhan komoditas perdagangan dan komersialitas), sehingga warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna.
Produksi batik Cirebonan pada masa sekarang terdiri dari batik tulis, batik cap dan batik kombinasi tulis cap. Pada tahun 1990 – 2000 ada sebagian masyarakat pengrajin batik Cirebonan yang memproduksi kain bermotif batik Cirebonan dengan teknik sablon tangan (hand printing), namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah, dikarenakan kalah bersaing dengan teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar.
Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi.

Peluang Investasi

14.15 Edit This
Ayo Investasi
 
Untuk mewujudkan Kota Cirebon sesuai dengan fungsinya yang diarahkan sebagai kota perdagangan dan jasa, kota pelabuhan, kota industri, dan kota budaya dan pariwisata, maka peluang/prospek Kota Cirebon dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
  • Masih terdapatnya lahan yang kosong dan komersil yang dapat dikembangkan untuk kegiatan perekonomian yang letaknya tersebar diseluruh wilayah Kota Cirebon seperti untuk kegiatan perdagangan dan jasa, perumahan wisata, industri, dan lain-lain.
  • Lahan pertanian yang masih luas dipinggiran Kota Cirebon yang dapat dimanfaatakan untuk kegiatan agro bisnis.
  • Sumber daya laut disepanjang pantai Kota Cirebon yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata laut, agro industri, dan sebagainya.
  • Adanya pelabuhan Cirebon dan Kejawanan / pelabuhan perikanan yang masih terbuka untuk kegiatan industri, perdagangan (ekspor, impor, antar daerah/pulau).
  • Jumlah penduduk yang cukup dapat dikembangkan dan dilatih agar dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan yang didukung oleh sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
  • Adanya kemudahan dalam pelayanan perijinan melalui Pusat pelayanan Satu Atap (PUSA).
  • Tersedianya infrastruktur atau sarana/prasarana penunjang kegiatan perekonomian seperti listrik, air, telekomunikasi, lembaga keuangan, jalan, dan lain-lain.

19.12 Edit This


Menjadi TPL-IKM Why Not??

Apa saja yg perlu dipersiapkan sebelum terjun ke lapangan ?
Dari pengalaman yang telah saya lalui di lapangan, berikut adalah tips-tips yang mungkin dapat membantu rekan2 semua...

      1.      Menjaga Kesehatan Diri
 Menjadi seorang TPL perlu menjaga kesehatan fisik, why ?? Sebab pekerja lapangan dituntut untuk mobile dan aktif. Pergi-pulang ke IKM yang jarak tempuhnya cukup jauh (berkilo-kilo meter)  ditambah kondisi cuaca yang tidak bersahabat (kadang panas kadang ujan) dapat membuat stamina tubuh terkuras. Oleh karena itu TPL perlu untuk rajin berolah raga dan makan makanan yang bergizi plus mutivitamin.

2.      Persiapkan Mental
Di lapangan kita akan berjumpa dengan sosok individu yang memiliki aneka ragam sifat dan kebiasaan. Who is ?? yap, pemilik IKM.  Beberapa sifat dan kebiasaan pemilik IKM yang pernah saya temui antara lain :
-          Sangat Menghargai Waktu
Tipe ini biasanya tipe busy..susah ditemui. Klo ada yang bertemu dengan tipe seperti ini jangan coba-coba datang telat setelah berhasil membuat janji untuk bertemu atau agenda kita di tempatnya  tidak jelas..sebab pemilik IKM tidak akan respect dengan kita.
-          Cuek
Kalo tipe seperti ini biasanya pemilik IKM tidak peduli dengan kegiatan kita ditempatnya, bahkan tidak peduli dengan kedatangan kita. Jadi siap-siaplah untuk dicuekin..kasian deh.
-          Simbiosis Mutualisme
Klo tipe ini pemilik IKM akan menghargai kita sepanjang kita bisa mendatangkan manfaat bagi perusahaannya. Sebaiknya berikan hal-hal yang bermanfaat bagi perusahaan, walau hanya sekedar membantu mencarikan lokasi bahan baku.. dan anda akan diterima.
-          Smart
Jangan sangka semua pemilik IKM itu tidak berpendidikan. Banyak juga loh yang sarjana. Tipe seperti ini biasanya agak sulit di kasih saran (malah kita yang diajarin), membuat kita canggung, dan bingung mau ngapain karena di perusahaan sudah dimanaje dengan baik.. mereka akan senang bila TPL itu lebih pintar darinya..So banyak-banyak belajar deh.
-          Bijaksana dan Pengertian
Nah tipe seperti ini harapan bagi kita semua (termasuk sy). Pemilik IKM gampang untuk ditemui, baik hati (bahkan kita akan disuguhi makanan/minuman), murah senyum (tp tidak terus-terusan senyum), dan akan sangat senang membantu kita (pokoknya welcome lah). Semua saran kita akan diterima olehnya..ya walaupun tidak banyak membantu perusahaannya.

3.      Membuat agenda kegiatan yang jelas
Sebelum pergi ke IKM sebaiknya kita sudah buat agenda kegiatan yang jelas. Jangan sampe nanti begitu ditanya oleh pemilik IKM, Kamu mau ngapain? Berapa lama kegiatannya? Apa manfaat yang bisa kami dapat? dll..kita hanya bisa terdiam seribu bahasa..ckckck 

4.      Persiapkan Kelengkapan Identitas Diri
Identitas diri disini bukan KTP/SIM/STNK (tapi perlu jg di bawa terutama bagi yang naik motor, khawatir ada razia), melainkan surat Penugasan dan ID card. Sebab jaman sekarang banyak terjadi penipuan. Apalagi IKM sering menjadi objek oknum yang mangatasnamakan dinas tertentu yang tidak bertanggung jawab (makanya kebanyakan IKM tidak memasang plang nama perusahaan). So, sebelum dinterogasi oleh pemilik IKM, lebih baik kita sodorkan surat tugas dan id kita.
5.      Belajar Berkomunikasi Verbal Dengan Baik
Saat memberikan penyuluhan kepada IKM tentu kita harus memberikan penjelasan dengan kata-kata (bukan bahasa isyarat loh) dan tidak elok (pemilik IKM jg ga’ ngerti) apabila kita menjelaskan dengan terbata-bata (gagap). Ini adalah modal berharga yang harus dimiliki setiap TPL..So, belajarlah dari sekarang untuk “berbicara”

6.     Mencari Informasi dan Pelajari Seluk-beluk Tentang IKM Yang Akan Dibina
Sebelum kita terjun ke IKM sebaiknya kita sudah tahu mengenai kondisi objek yang akan kita bina, mulai dari lokasi, jenis usaha, apakah usahanya masih jalan/tidak, siapa yang punya usaha tsb, dll. Hal ini akan sangat berguna bagi kita. Tentunya kita ga mau  kalo kita membina IKM yang sudah tidak beroperasi lagi kan?  (apa yang mau dibina coba klo sudah tutup IKM nya)   

7.     Belajar Menjaga Tatakrama dan Sopan Santun
“Bumi sama dipijak langit sama dijunjung” (ga tau bener ga peribahasanya)..  dimana kita berada kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat kita berada. Begitu juga di IKM, walupun terlihat kecil, berantakan, dan kotor bukan berarti kita bersikap seenaknya di IKM. Salah-salah kita malah di usir oleh pemilik IKM.. makanya selalu bersikap sopan dimanapun dan kapan pun

8.     Belajar Untuk Menganalisa Masalah
Menjadi seorang TPL juga mirip seperti detektif lho ..yap, harus dapat menganalisa masalah. Sepintas IKM itu tidak memiliki masalah, padahal setelah dianalisa dengan baik (pake diagram tulang ikan, pareto, SWOT, dkk) ternyata IKM itu memiliki banyak permasalahan. Ya., tugas TPL memang mencari-cari masalah (tp bukan ngajak berantem loh) dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Sebelum ke IKM cobalah melatih kemampuan dan analisa kita.

9.     Belajar Bagaimana Memberikan Solusi Atau Saran Yang Berguna Bagi IKM
Walaupun terdengar tidak mudah, bagaimanapun juga IKM itu butuh bantuan (terutama dalam hal permodalan dan pemasaran). Klo pun tidak bisa membantu secara materi, minimal kita bisa memberi saran bagaimana cara memperoleh bantuan modal atau membantu untuk memasarkan produknya. Dengan begitu pemilik IKM akan merasa sedikit terbantu.. 

10. Membangun Hubungan Yang Baik Dengan Dinas Perindustrian Di Kab/Kota Kita
Hal ini penting menggingat dinas banyak memberikan bantuan kepada kita selama menjalankan tugas TPL, mulai dari membantu mencarikan sentra IKM, mengeluarkan surat tugas, membantu mencarikan solusi masalah di IKM, ikut membimbing kita, dll (penting kan?). Oleh karena itu bersikap baiklah dengan pembina kita di dinas. Bagimana klo dinas tidak membantu sama sekali? Laporkan saja ke kementrian (beres)..

Semoga Bermanfaat....

Panduan Pembuatan Kerajinan Rotan

00.49 Edit This
Panduan Rotan

Potensi Daerah Kota Cirebon

21.09 Edit This
Potensi Daerah Kota Cirebon Identifikikasi Peluang dan Prospek Untuk mewujudkan Kota Cirebon sesuai dengan fungsinya yang diarahkan sebagai kota perdagangan dan jasa, kota pelabuhan, kota industri, dan kota budaya dan pariwisata, maka peluang/prospek Kota Cirebon dapat diidentifikasikan sebagai berikut : Masih terdapatnya lahan yang kosong dan komersil yang dapat dikembangkan untuk kegiatan perekonomian yang letaknya tersebar diseluruh wilayah Kota Cirebon seperti untuk kegiatan perdagangan dan jasa, perumahan wisata, industri, dan lain-lain. Lahan pertanian yang masih luas dipinggiran Kota Cirebon yangdapat dimanfaatakan untuk kegiatan agro bisnis.
Sumber daya laut disepanjang pantai Kota Cirebon yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata laut, agro industri, dan sebagainya. Adanya pelabuhan Cirebon dan Kejawanan / pelabuhan perikanan yang masih terbuka untuk kegiatan industri, perdagangan (ekspor, impor, antar daerah/pulau).
Jumlah penduduk yang cukup dapat dikembangkan dan dilatih agar apat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan yang didukung oleh sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan. Tersedianya infrastruktur atau sarana/prasarana penunjang kegiatan perekonomian seperti listrik, air, telekomunikasi, lembaga keuangan, jalan, dan lain-lain.
Sektor Unggulan Untuk sektor-sektor unggulan yang mempunyai potensi dan peluang yang bisa dikembangkan oleh pengusaha / investor baik fasilitas (Penanaman Modal Asing/PMA) dan non fasilitas (Penanaman Modal Swasta Nasional/PMSN) adalah sebagai berikut : Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; Sektor Industri Non Migas; Sektor Listrik, Gas dan Air Minum; Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Pertanian, Peternakan dan Perikanan Tanaman Pangan dan Agro Bisni Tanaman pangan meliputi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan, tanaman bahan makanan terdiri dari jenis padi-padian, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Produksi tanaman bahan makanan pada tahun 2003 mayoritas mengalami peningkatan.

Produksi tanaman sayur-sayuran yang ada dikota Cirebon dari delapan komoditas, seluruhnya mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Produksi tanaman mangga yang menjadi primadona daerah kota Cirebon dan sekitarnya pada tahun 2003 mengalami penurunan jumlah produksi yang signifikan yaitu dari 1.197 ton pada tahun 2002 menjadi 861 ton pada tahun 2003 Produksi Tanaman Bahan Makanan Tahun 2001 - 2003 dalam Ton No Komoditi Produksi 2001 2002 2003 1 Padi 1708 2.098 2.119 2 Jagung 15 47 27 3 Ketela Pohon 217 202 244 4 Ketela Rambat 23 9 52 5 Kacang Tanah 31 17 9 6 Kacang Hijau - 2 -

Sumber:
Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon Produksi Tanaman Sayur-sayuran tahun 2001 - 2003 dalam Ton No Komoditi Produksi 2001 2002 2003 1 Kacang Panjang 12 53 61 2 Cabe 29 15 87 3 Terung 5 11 75 4 Ketimun 22 62 144 4 Bayam 21 37 57 6 Kangkung 61 44 76

Sumber:
Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon Produksi Tanaman Buah-buahan Tahunan tahun 2001 - 2003No Komoditi Produksi 2001 2002 2003 1 Mangga 783 1.197 861 2 Rambutan 4 3 11 3 Jeruk 5 1 1 4 Jambu 630 37 98 5 Sawo 1 1 64 6 Pepaya 179 82 21 7 Pisang 361 157 616 8 Belimbing 57 11 41 Sumber: Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon Industri Non Migas Industri Non Migas adalah industri non migas, seperti peternakan, produksi daging, telur, susu dan jumlah ternak yang dipotong di rumah potong hewan (RPH), data ini bersumber dari Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon.
Populasi ternak pada tahun 2003 yang tertinggi adalah ayam buras yaitu sebanyak 52.318 ekor, kemudian ayam pedaging 181.112 ekor, itik 6.336 ekor. Pada tahun 2003 populasi unggas terbnyak di Kecamatan Harjamukti, untuk jenis unggas ayam buras mencapai 32.819 ekor kemudian Kecamatan Lemahwungkuk 10.736 ekor, Kecamatan Kesambi mencapai 4.712 ekor, Kecamatan Pekalipan mencapai 646 ekor dan 3.405 ekor berada di Kecamatan Kejaksan. Produksi daging pada tahun 2003 mencapai 812.588 kg yang sebagian besar merupakan produksi daging ayam ras pedaging yaitu mencapai 416.556 kg , kemudian 132.042 ton daging jenis daging ayam buras dan 126.583 kg daging sapi segar.Selama tahun 2003 produksi telor yang dihasilkan berasal dari jenis unggas ayam buras, ayam ras dan itik masing-masing sebesar 699.444, 183.212, dan 306.543 butir.
Sedangkan untuk sapi perah menghasilkan susu sebesar 17.699 liter susu segar murni. Populasi Ternak Pada Tahun 2001 - 2003 satuan ekor No Komoditi Produksi 2001 2002 2003 1 Sapi Perah 5 5 7 2 Kerbau 19 20 21 3 Kambing 115 122 116 4 Domba 2.908 3.377 3.521 5 Ayam Buras 46.400 47.561 52.318 6 Ayam Ras : - Pedaging 33.774 108.000 181.112 - Petelur 750 750 500 7 Itik 4.403 5.817 6.336

Sumber:
Dinas Peternakan Kota Cirebon Populasi Ternak Menurut Kecamatan Tahun 1999 - 2003No Kecamatan Ayam Buras Itik Ayam Ras Petelur Ayam Ras Pedaging 1 Harjamukti 32.819 1.256 300 69.900 2 Lemahwungkuk 10.736 2.600 - 47.841 3 Pekalipan 646 280 - 18.397 4 Kesambi 4.712 800 200 31.009 5 Kejaksan 3.405 1400 - 14.265 Jumlah : 2003 52.318 6.336 500 181.112 2002 47.561 5.817 750 108.000 2001 46.400 4.403 750 33.774 2000 80.554 9.900 - 18.000 1999 77.035 9.843 - -

Sumber:
Dinas Peternakan Kota Cirebon Populasi Ternak Besar dan Kecil Menurut Kecamatan Tahun 1999 - 2003No Kecamatan Ayam Buras Itik A. Ras Petelur A. Ras Pedaging 1 Harjamukti 4 9 1.279 60 2 Lemahwungkuk 3 4 940 30 3 Pekalipan - - 78 - 4 Kesambi - 6 971 17 5 Kejaksan - 2 253 9 Jumlah : 2003 7 21 3.521 116 2002 5 20 3.377 122 2001 4 14 5.890 1.091 2000 4 14 5.890 1.091 1999 9 43 5.214 1.017

Sumber:
Dinas Peternakan Kota Cirebon Listrik, Gas dan Air LISTRIK Data Kelistrikan yang disajikan merupakan data sekunder dari PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Cabang Cirebon. Banyaknya pelanggan pengguna listrik pada tahun 2003 sebanyak 63.248 pelanggan, yang tersebar pada golongan tarif sosial (s) 1.182 pelanggan, rumah tangga ® sebanyak 56.906 pelanggan, bisnis )b) 4.561 pelanggan, industri sebanyak 111 pelanggan, dan gedung pemerintah sebanyak 254 pelanggan.
Daya terpasang pada tahun 2003 ini sebesar 99.412.113 KVA.Daya terpasang terbesar pada golongan tarif rumah tangga sebesar 51.589.361 KVA, sedangkan daya terpasang terkecil terdapat pada penerangan jalan umum 1.116.815 KVA. Banyaknya Pelanggan, Daya Terpasang KWH Terjual dan NilaiPenjualan Menurut Golongan Tarif Kota Cirebon Tahun 2003Gol. Pelanggan Daya Terpasang (KVA) MWH Terjual Tabel Penjualan (Rp) Tarif Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % S 1.182 1.87 4.484.145 4.51 513.974 3.18 326.556.681 3.25 R 56.906 89.97 51.589.361 51.89 8.794.775 54.47 5.126.944.536 51.00 B 4.561 7.21 26.872.365 27.03 3.816.405 23.63 2.745.894.788 27.31. I 111 0.18 12.447.412 12.52 2.361.924 14.63 1.481.035.944 14.73 P 254 0.40 2.902.015 2.92 400.596 2.48 285.796.075 2.84 P3 234 0.37 1.116.815 1.12 259.757 1.61 87.311.881.087 0.87 2003 63.248 100 99.412.113 100 16.147.431 100 10.053.539.905 100

Sumber :
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat Cabang Cirebon Keterangan: S = Sosial R = Rumah B = Bisnis I = Industri P = Gedung Pemerintah P3 = Penerangan Jalan Umum Perdagangan, Hotel dan Restoran PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN Sektor perdagangan selama ini memiliki konstribusi besar dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.
Kondisi ini bisa dipahami dimana Kota Cirebon merupakan pusat perdagangan wilayah III Cirebon yang meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu. Selain itu Kota Cirebon merupakan kota lintasan yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah sehingga mememungkinkan adanya proses transaksi jual beli.
Bila dilihat dari perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perusahaan perdagangan besar, perusahaan perdagangan menegah dan perusahaan perdagangan kecil. Jumlah perdagangan besar pada tahun 2003 sebanyak 168 perusahaan, sedangkan perusahaan perdagangan menengah 1.772 dan perusahaan perdagangan kecil 5.508. Banyaknya Pedagang Besar, Menegah dan KecilTahun 1999 - 2003Tahun Pedagang Pedagang Pedagang Jumlah Besar Menengah Kecil 2003 11 54 415 480 2002 6 38 382 426 2001 3 31 279 313 2000 4 31 247 282 1999 10 4 218 232

Sumber :
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon

Pendaftaran TPL 2012

10.08 Edit This
Info Pendaftaran TPL 2012  download

19.19 Edit This
 Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Indonesia

A. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan
mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
B. Macam-macam Inflasi
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi
a. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
b. inflasi sedang antara 10%—30% setahun
c. berat antara 30%—100% setahun
d. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Cirebon Promotion Center

15.45 Edit This

cirebon Cirebon Promotion Center (CPC) adalah sebuah lembaga Non Pemerintah yang didirikan dan difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) yang berfungsi sebagai pusat promosi investasi, produk dan pariwisata.
Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa mempunyai berbagai potensi yang cukup besar, baik potensi ekonomi, industri, perdagangan, budaya dan pariwisata yang masih belum tergali secara optimal dan dapat dikembangkan kearah yang lebih baik guna menunjang pertumbuhan ekonomi.